Pentas Pantomim untuk Kota yang Nyaman

Written By prayudi syamsa on Rabu, 01 Mei 2013 | 12.40

YOGYAKARTA, KOMPAS.com--Untuk membangun kota Yogyakarta yang nyaman dan manusiawi, Malmime-ja menggelar pentas pantomim berjudul "Trotoar".
    
"Melalui pertunjukan pantomim, isu-isu seputar perkotaan disuarakan oleh Malmime-ja. Tujuannya untuk mengajak audien agar ikut merasakan bahwa Kota Yogyakarta harus diberi perhatian lebih oleh masyarakat yang tinggal di dalamnya," kata sutradara Trotoar Jamaluddin Latief di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia pada pentas pantomim Trotoar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), ibarat sebuah rumah tentu penghuninya mengharapkan sebuah kondisi yang nyaman untuk ditinggali.

"Kota Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota seni budaya dan berbagai hal yang membanggakan lainnya saat ini tak bisa dipisahkan dari pengalaman kemacetan, kebisingan, sampah visual, dan tidak tersedianya fasilitas penunjang publik yang memadai," katanya.

Ia mengatakan, kini terlihat buruknya fasilitas untuk pejalan kaki, yakni trotoar yang semakin tidak mengakomodasi kepentingan publik. Justru saat ini, kepentingan ekonomi personal menjadi dominasi utama di ruang publik tersebut.

Selain itu pembangunan fasilitas kota juga masih berbasis pada kendaraan bermesin sehingga ruang trotoar semakin dipangkas. Para difabel pun disulitkan dengan konsep desain yang tidak mmempertimbangkan aksesibilitas mereka dalam pembuatannya.

"Aturan yang digadang oleh pemerintah sangat lemah penegakannya dan trotoar menjadi tempat berhukum rimba, siapa kuat dia berkuasa," katanya.

Menurut dia, trotoar adalah sebuah sarana untuk pejalan. Fasilitas itu merupakan keharusan bagi kota untuk warganya yang berjalan terutama di area pusat pertokoan, hiburan, dan sekolahan.

Trotoar yang baik mestinya terintegrasi dengan fasilitas transportasi publik. Pendekatan budaya dinilai menjadi pendekatan penting untuk mewujudkan sebuah kota yang layak pejalan.

"Pendekatan tersebut lebih menekankan komunikasi dalam masyarakat sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dianut," katanya.

Ia mengatakan, persoalan trotoar itu mendorong Malmime-ja untuk mengangkat judul Trotoar dalam "Gelar Pantomim Jogja 2013". Pantomim itu mengangkat beragam cerita dan konflik masyarakat seputar trotoar melalui cerita yang unik, atraksi akrobatik, dan pelibatan berbagai komunitas dalam pentas tersebut.

"Kelompok Malmime-ja merupakan hasil kolaborasi dari berbagai komunitas yang ingin membangun kepedulian bersama bagi Yogyakarta, di antaranya komunitas difabel, mahasiswa Jurusan Arsitektur UGM, Jogja Last Friday Ride, Komunitas Homeschooling Yogyakarta, pantomimer, komunitas pejalan, dan Komunitas 'Street Art'," katanya.


Anda sedang membaca artikel tentang

Pentas Pantomim untuk Kota yang Nyaman

Dengan url

http://oaseseo.blogspot.com/2013/05/pentas-pantomim-untuk-kota-yang-nyaman.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Pentas Pantomim untuk Kota yang Nyaman

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Pentas Pantomim untuk Kota yang Nyaman

sebagai sumbernya

0 komentar:

Poskan Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger